Rabu, 09 September 2009

TORQUE CONVERTER





TORQUE CONVERTER

Pada system transmisi manual cara menghubungkan tenaga dari mesin ke transmisi hingga sampai ke roda adalah kopling (clutch). Karena fungsi kopling adalah menghubungkan dan memutus tenaga putar dari mesin ke transmisi. Hal ini berbeda dengan transmisi otomatis (automatic transmission), namanya juga otomatis yang identik dengan suatu pekerjaan yang di kerjakan tanpa tenaga manusia atau bergerak sendiri(dengan mesin).

Pada system transmisi otomatis cara menyalurkan tenaga dari mesin ke transmisi adalah melalui torque converters. Jadi, torque converters penganti unit kopling pada transmisi otomatis. Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai torque converters inilah wujudnya.

Gambar Torque Converters

Bagian – bagian utama dari Torque Converters

Bagian utama torque converters (dari kiri ke kanan): Turbine Runner, Stator, Impeller Pump

Susunan torque converters

Cara kerja torque converters

Prinsip dasar cara kerja torque converters diambil dari dua kipas angin yang dipasang saling berhadapan, dimana kipas yang satu dialiri arus listrik (PLN) sementara yang satunya dibiarkan tanpa dialiri arus listrik. Pada hal ini kipas yang tidak dialiri arus listrik akan ikut berputar karena tertiup angin dari kipas yang berada dihadapanya dengan arah yang sama, prinsip dasar inilah yang digunakan pada torque converters.

Dua buah kipas dipasang saling berhadapan

Apa yang terjadi dengan sistem transmisi atomatis adalah mirip dengan kejadian di atas. Kipas angin digantikan dengan dua roda yang bersirip. Dua roda bersirip tersebut diletakkan saling berdekatan dalam sebuah casing yang berbentuk lingkaran dan dibautkan pada roda gila (flywheel) mesin. Casing tersebut diisi dengan minyak/oli yang berfungsi sebagai medium menggantikan fungsi angin dalam gambaran kerja dua kipas angin.

Roda yang pertama disebut dengan impeller yang digerakkan oleh mesin. Sirip-sirip impeller akan menggerakkan oli, kemudian oli akan menggerakkan sirip-sirip roda satunya yang disebut dengan turbin. Kejadian ini yang menyebabkan turbin berputar. Kemudian turbin menggerakkan gigi/gear dan tenaga disalurkan melalui gearbox ke roda penggerak kendaraan.

Tapi pada torque converters untuk mengerakan turbine runner dengan cara menemprotkan cairan fluida yang sering disebut ATF (Automatic Transmission Fluid) dari impeller pump sehingga turbine runner ikut berputar, untuk mencegah kembalinya semprotan cairan fluida dari turbine runner yang bisah mengakibatkan melawan arah dari semprotan impeller pump maka, pada posisi tengah antara impeller pump dan turbine runner dipasang stator yang berfungsi sebagai mengarahkan kembali semprotan fluida dari turbine runner. Hal ini juga akan mengakibatkan impeller berputar semakin cepat.

Posisi Stator berada Diantara Impeller dan Turbine

Pada torque converters terdapat sirip-sirip yang terpasang agak miring untuk mengerakkan fluida.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar